Pages

Thursday, August 14, 2014

Pameeerrrr.. kalo udah punya pacar

Emang perlu ya, supaya eksis, proses hidupmu perlu ditunjukin ke semua orang? Bebas sih untuk posting apa aja di sosmed, tapi ternyata ada tuh yang kemakan omongannya sendiri. Dulu, aku punya teman yang nasibnya sama denganku. Maksudnya, kita ngata-ngatain temen yang suka "pamer". Eh, giliran dia udah punya pacar, pamer juga dia di sosmed. Komen-komenan di fb.. Tiap habis kemana sama cowoknya, posting di fb. Hedeeeewwww.. Semoga aku terhindar dari hal-hal seperti ini. Aamiin. Demi menjaga hati, aku block aja dianya.. Huahahaha..

Friday, July 11, 2014

TUNGGU SAMPAI ALLAH MENUNJUKKAN KUASA-NYA WAHAI ISRAEL

Aku akui Israel memang memiliki kecanggihan teknologi dan kecerdasan berpikir. Tapi sayang, itu tidak dibarengi dengan akhlak mulia. Keserakahan, ketamakan, kelicikan, dan kebengisan yang pertama kali terlintas di otakku ketika mendengar Israel dan Yahudinya. Keinginan menguasai Palestine dengan membom, membombardir, membumihanguskan tanpa pandang bulu menjadi cara keji mereka untuk membuat warga Palestine hengkang dari tanah mereka. Di Palestine Allah menitipkan Masjidil Aqso, salah satu masjid yang dimuliakan selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sebagai qiblat pertama dan sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah contoh kebesaran Masjidil Aqso.

Israel telah membuat terowongan di bawah Masjidil Aqso dan terus menerus menggali tanah di sana  supaya runtuh. Terus apakah nantinya mereka bisa meruntuhkannya dan kemudian menari-nari diatasnya? Tapi kok aku yakin kalau Allah tidak semudah itu mengijinkan Masjidil Aqso runtuh. Ingatkah kita ketika tsunami Aceh, semua bangunan hancur berkeping-keping, tapi ada beberapa masjid yang masih kokoh berdiri. Tidak hanya satu. Kuasa siapa kalau bukan karena kuasa Allah? Sebagai bangsa yang mendewakan teknologi, Israel mungkin berpikir akan gampang untuk merobohkan Masjidil Aqso. Israel lupa (atau mungkin tidak tahu, atau ingkar) darimana kepintaran mereka berasal. Dari kuasa Allah, yang disalah gunakan demi memenuhi ambisi mereka.

Salut aku sampaikan melihat perjuangan warga Palestine berusaha mempertahankan Masjidil Aqso. Padahal kalau dipikir-pikir, sebenarnya menjadi tanggung jawab semua umat Islam ya untuk menjaga dan mengagungkannya? Tapi mereka telah diberi kesempatan oleh Allah untuk berjihad semampu mereka. Dan mereka menerima itu. Menganggap itu adalah sebagai lahan ibadah mereka. Kesabaran dan keteguhan hati mereka untuk tetap beribadah dan berjuang mewakili umat Islam sangat aku hargai. Subhanallah… Terima kasih atas pengorbananmu kehilangan orang-orang yang engkau cintai. Atas ketenangan yang dirampas oleh desingan peluru dan bom. Atas masa indah yang terhapus kenangan menyakitkan. Atas keikhlasanmu berjuang dan atas semuanya yang tidak mampu aku sebutkan. Aku tidak sanggup menggantinya, tapi yakinlah Allah bersama kalian, dan Allah akan menempatkan kalian di tempat terindah nantinya. Maafkan aku kawan, yang tidak bisa membantumu angkat senjata. Maafkan aku yang tidak mampu mengirimkan tentara. Maafkan aku yang tidak punya banyak uang untuk membantumu. Aku hanya bisa membantu doa. Semoga Allah melindungi perjuangan kalian semua. Semoga Allah menguatkan kalian. Dan semoga Allah segera menunjukkan kuasa-Nya. Tunggu pembalasan dari Allah hai Israel!

Sunday, May 18, 2014

Quotes of the day: Gratitude turns what we have into enough - Melody Beattie

Image from the internet

Sudahkah kita bersyukur?
Don't forget to be grateful.

Ingatlah untuk selalu melihat ke bawah, bahwa orang lain menahan lapar sementara kita kekenyangan.
Many people hunger and suffer, while we overeating. Whoever we are, there are always people need more than us. Remember them (and do something for them) will always make you feel enough. While looking up will only make you envy and greedy, if you can't control yourself. I surely know that we can motivate ourself when we see others more success than us. But hold on, you have to be full of consciousness. Otherwise, you will feel that the grass is always greener on the other side, and then become envy and jealous.

Sungguh, aku menangis ketika tahu temanku hanya butuh uang maksimal Rp. 200.000/ minggu untuk makan, dan sekarang uangnya sudah menipis. Sementara aku, masih mikirin budget buat beli baju baru, buat jalan-jalan, makan enak, nonton, dan hiburan lain. Sungguh malu dan merasa tertampar.. Apalagi ketika dia bilang, memang benar aku lebih membutuhkan uang dari dia. Tapi kenyataannya bukan seperti itu. Rasanya aku yang perlu merenung dan mengubah pola hidupku. Kerendahan hatinya, sikap ikhlasnya, sabar dan tirakatnya, adalah contoh kongkrit bagaimana kita seharusnya hidup di dunia ini. Aku sangat setuju dengan quote "Ning ndonyo ki mung nunut ngombe". Maksudnya bahwa kita hidup di dunia hanya sekejap mata. Nha, bagaimana mengisi hidup yang cuma sementara ini yang sering salah. Dipuas-puasin ngapa-ngapain, padahal ya besok pas mati gak ditanya kamu udah jalan-jalan kemana, makan enak apa, nonton film apa. Astaghfirullah.. Eh, tapi prinsip tiap orang beda ya.. Mungkin ada yang berprinsip seperti itu yo monggo. Sebenarnya semua tergantung niat sih. Kalau kita jalan-jalan untuk mensyukuri ciptaan Allah, sah-sah aja (kan?).. Semoga bukan pembenaran.

Seketika itu juga, aku bersyukur (masih sambil menangis). Teman, aku jauh lebih beruntung darimu. Dan aku belajar banyak darimu. Semoga Allah mencukupkan rizki untukmu, dan menjadikan aku sebagai orang yang selalu bersyukur, mengingat Allah dengan cara apapun.