Pages

Wednesday, January 14, 2015

Brownies tanpa mixer

Setelah sekian lama ga masak-masak pake happycall, jadi kumat isengnya.. Dulu kadang iseng bikin pizza topping cabe ijo-karena paprika mahal, kastengel, sama ikan bakar (waktu itu belum punya blog). Pengen bikin kue, cake atau kue kering pake happycall tanpa mixer. Tadinya sih pengen bikin cake pisang, tapi kata temen kalo pisangnya terlalu mateng malah bisa benyek kuenya. Googling dengan keyword "kue tanpa mixer happycall" eh ketemulah https://coretanyanti.wordpress.com/2013/10/10/bikin-brownies-tanpa-mixer-dan-oven/
Sebenernya aku sih biasa aja sama brownies (ga terlalu cinta maksudnya), tapi karena di resep Mb Yantist ini ga pake mixer dan bahan-bahannya relatif mudah, jadi pengen nyobain. Bela-belain pulang kerja mampir ke TipTop Rawamangun meskipun cuacanya lagi mendung-mendung galau. Udah gitu nyari soda kue kata SPG-nya ga ada... Yaaaahhh.. lemes deh. Tapi karena udah bertekad pokonya ini hari aku harus bikin brownies, jadi aku cari sendiri. Alhamdulillah ketemu pengembang kue merk koepoe. Aku sendiri ga tau itu sama apa ga ya dengan soda kue.. Hihihi.. Yang penting bisa buat ngembangin adonan deh.. Hehehe..
Karena khawatir gagal dan mubazir (karena ini pengalaman pertama kali nyobain bikin brownies pake happycall) akhirnya aku bikin setengah adonan aja..

Ini nih bahan-bahannya:
- 250 gr terigu
- 50 gr coklat bubuk 
- 200 gr gula halus
- 200 cc minyak goreng (segelas blimbing)
- 200 ml air kopi
- 2 butir telur kocok lepas
- 1 sdt garam
- 1 sdt soda kue
- mocha flavour (ini aku tambahin sendiri biar lebih mantep)

Berhubung aku ga punya timbangan, jadi aku pake gelas ukur (yang ada tulisannya buat liquid, sugar, flour gitu). Pertama, semua bahan kering diayak. Campur telur dengan minyak. Tuangkan ke dalam adonan kering dan tambahkan air kopi+perasa moka. Aduk aja terus tuang deh ke happycall yang udah dipanasin. Setelah 10 menit brownies udah matang. Karena  aku bikin cuma setengah adonan, jadinya pas dituang ke happycal jadinya berbentuk lingkaran dengan diameter +/- 20 cm. Hihihi..

Ini nih penampakannya setelah aku potong pinggirannya.
Kata tetanggaku, ini bukan brownies, tapi kue coklat.. Saran kakakku sih coklat bubuknya diganti coklat blok yang dilelehkan.. Hmmm.. bisa dicoba lain kali.. Kalau menurutku ya enak aja.. Hahaha..

Sunday, August 24, 2014

KAPAN HARUS 90-HARI LAPOR DIRI KETIKA VISA LEBIH BARU?

Udah duit buat bertahan hidup di Bangkok mepet, eeehh...malah kena denda di imigrasi 2,000 Baht (hampir 800 ribu)...:'(
Jadi ceritanya aku baru balik dari Jakarta ke Bangkok tanggal 13 Mei 2014. Dan kebetulan pada akhir Mei visa student ku habis, jadi aku perpanjang visa tanggal 26 Mei 2014. Pada saat itu udah dapet pengalaman buruk banget deh. Katanya pihak imigrasi bandara Don-Mueang melakukan kesalahan, jadi imigrasi Bangkok mesti membereskan kesalahan itu. Imbasnya, seharian full waktuku habis di kantor imigrasi (saat itu di Ladprao, sehubungan dengan situasi politik Bangkok masih labil). Itupun aku tanya terus ke petugasnya, sampai dimana prosesnya. Dan ternyata ada teman Indonesia lain yang punya pengalaman sama.

Terus, inti dari ceritaku sebenarnya adalah kejadian pada tanggal 22 Agustus 2014 pas aku mau lapor diri di Chaeng Wattana. Karena stempel visaku tanggal 26 Mei 2014, jadi aku pikir aku 90-hari lapor dirinya ya maksimal sekitar tanggal 25 Agustus 2014. Ga masalah dong kalau aku datang tanggal 22 Agustus 2014. Itu asumsiku. Tapi... petugasnya bilang aku telat lapor diri dan harus membayar denda dengan gaya bicaranya kaya' lagi ngomong sama orang goblog atau tersangka narkoba. Brrrr... Aku berargumen kalau aku baru bikin visa baru tanggal 26 Mei. Tapi dia bilang: It's different. Dan aku sibuk: But...but... udah pengen nangis tuh disitu. Mana dia ditanya apa jawabnya kemana. Dengan aksen Thai yang kental dia coba menjelaskan dalam bahasa Inggris (sambil ngotot) dan ga peduli aku tanya apa. Terus dia bilang: kamu harus bayar denda 2,000 Baht sambil nyodorin kembali pasporku. Aku sorongin lagi lah ke dia.. Sambil nyolot aku bilang: tunggulah aku mau ambil uang dulu! Gila aja apa kalau aku ga jadi lapor diri. Udah perjalanan jauh, naik bis nyasar pula... Nah habis ambil uang di ATM terus aku kasih 2,000 Baht ke dia dan aku diantar ke ruangan kubikal (bukan loket tempat staf tadi bekerja). Kali ini aku menghadapi petugas yang berbeda. Alhamdulillah bapak itu lebih ramah dari petugas loket itu tadi. Dan dia kembali menjelaskan, bahwa seharusnya aku lapor diri itu terhitung 90 hari dari aku menginjakkan kaki di Thailand, yaitu tanggal 11 Agustus 2014 (sambil menunjukkan tabel). Karena aku masuk Thailand tanggal 13 Mei 2014. Dapat toleransi 7 hari sampai tanggal 17 Agustus 2014, aku bisa bebas dari denda. Cuma karena aku baru datang tanggal 22 Agustus, jadi ya aku harus bayar denda. 
1. Disitu aku tanya, apakah denda itu berlaku sama ketika aku telat sehari, seminggu atau sebulan? Dia bilang iya. Bapak itu juga bilang, kalau ada yang masih kurang jelas dan ada pertanyaan, silakan. Ya udah aku bikin simulasi alias pengandaian. 
2. Gimana kalau aku pulang sebelum habis masa berlaku visa dan masuk lagi ke Thailand ketika visaku masih berlaku? (Maksudnya biar ga perlu bayar re-entry). Jawab: aku masuk sebagai turis dengan masa tinggal 30 hari. Kalau mau lebih, bisa diperpanjang katanya
3. Gimana kalau aku meninggalkan Thailand setelah habis masa berlaku visa studentku? Jawab: Kalau molor sehari masih bebas dari denda, tapi ketika hari kedua, maka aku harus membayar denda untuk hari pertama dan kedua, per hari 500 Baht, dan begitu seterusnya.

Agak lega nih ngobrol sama Bapak ini, meskipun masih belum rela bayar denda hiks. Dan Alhamdulillah masih bisa senyum sama beliau karena dari kesekian kali ngadepin orang imigrasi, beliau adalah orang teramah. Tetep aja habis itu lari ke toilet dan nangis..Huhuhuuuu...

Nyeselnya tuh karena sekitar tanggal belasan tiba-tiba aku ada niatan ke kantor imigrasi. Berhubung saat itu lagi hectic banget, jadi aku pikir apa-apaan ini, urusan imigrasi tiba-tiba ikutan muncul mengganggu pikiranku. Aku abaikan... Dan ternyata feeling aku saat itu benar. Harusnya aku kesana saat itu dan tidak perlu keluar uang dadakan 2,000 Baht..#nyesek

Jadi udah jelas kan jawaban dari judul diatas? Pengalaman ya buat semuanya.. Aku ga tau apakah hanya aku yang tidak tahu atau ada teman lain yang ga tahu juga tapi semoga pengalaman buruk ini tidak menimpa orang lain, khususnya yang membaca pengalaman ini. 

Thursday, August 14, 2014

Pameeerrrr.. kalo udah punya pacar

Emang perlu ya, supaya eksis, proses hidupmu perlu ditunjukin ke semua orang? Bebas sih untuk posting apa aja di sosmed, tapi ternyata ada tuh yang kemakan omongannya sendiri. Dulu, aku punya teman yang nasibnya sama denganku. Maksudnya, kita ngata-ngatain temen yang suka "pamer". Eh, giliran dia udah punya pacar, pamer juga dia di sosmed. Komen-komenan di fb.. Tiap habis kemana sama cowoknya, posting di fb. Hedeeeewwww.. Semoga aku terhindar dari hal-hal seperti ini. Aamiin. Demi menjaga hati, aku block aja dianya.. Huahahaha..